
Akun Instagram yang diretas bisa menjadi masalah serius bagi penggunanya. Selain kehilangan akses untuk masuk ke akun, pemilik akun juga berisiko mengalami pencurian data pribadi, penyalahgunaan identitas, hingga penipuan yang dilakukan oleh pelaku kepada teman dan pengikut. Kondisi ini tentu membuat panik, terutama jika akun Instagram digunakan untuk bisnis, pekerjaan, atau menyimpan banyak kenangan pribadi.
Peretasan akun Instagram dapat terjadi melalui berbagai cara, seperti tautan phishing, penggunaan kata sandi yang lemah, kebocoran data, atau pemberian akses kepada aplikasi pihak ketiga yang tidak tepercaya. Pelaku biasanya mengganti kata sandi, alamat email, atau nomor telepon agar pemilik akun kesulitan mendapatkan akses kembali.
Namun, akun Instagram yang diretas masih mungkin dipulihkan melalui prosedur keamanan resmi. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengamankan akun dan memulihkan aksesnya. Berikut panduan cara mengatasi akun Instagram yang diretas dengan tepat dan aman.
1. Kenali Tanda-Tanda Akun Instagram Diretas
Langkah pertama adalah mengenali apakah akun Instagram benar-benar diretas. Terkadang, pengguna mengira akunnya diretas karena mengalami gangguan login, padahal penyebabnya bisa berupa masalah jaringan atau kesalahan memasukkan kata sandi.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain tidak bisa masuk menggunakan kata sandi yang biasa digunakan, menerima pemberitahuan perubahan email tanpa sepengetahuan pemilik, atau menemukan unggahan dan pesan yang tidak pernah dibuat maupun dikirim sendiri.
Tanda lainnya adalah munculnya aktivitas login dari perangkat yang tidak dikenal atau perubahan informasi profil secara tiba-tiba. Jika beberapa kejadian tersebut muncul bersamaan, segera lakukan pemeriksaan keamanan.
Semakin cepat tindakan dilakukan, semakin besar peluang pengguna untuk membatasi akses pelaku dan mencegah penyalahgunaan akun lebih lanjut.
2. Periksa Email dari Instagram
Jika alamat email atau kata sandi akun berubah secara tiba-tiba, segera periksa kotak masuk email yang terhubung dengan Instagram. Cari pemberitahuan mengenai perubahan informasi akun atau aktivitas keamanan yang tidak dikenal.
Dalam kondisi tertentu, Instagram mengirimkan pemberitahuan ketika alamat email akun diubah. Jika menerima pemberitahuan tersebut dan bukan kamu yang melakukannya, periksa apakah tersedia opsi untuk membatalkan perubahan atau mengamankan akun melalui pesan resmi tersebut.
Pastikan pesan benar-benar berasal dari Instagram. Jangan langsung mengeklik tautan dari email yang mencurigakan karena pelaku peretasan juga sering mengirimkan email palsu untuk mencuri informasi login.
Jika tidak menemukan email yang relevan, lanjutkan proses pemulihan melalui saluran resmi Instagram.
3. Gunakan Halaman Pemulihan Akun Instagram
Salah satu cara utama untuk mengatasi akun Instagram yang diretas adalah menggunakan halaman pemulihan resmi.
Buka tautan berikut melalui browser:
https://www.instagram.com/hacked/
Halaman tersebut disediakan untuk membantu pengguna yang mengalami masalah keamanan akun, termasuk ketika akun diretas atau informasi login diubah tanpa izin.
Ikuti petunjuk yang tersedia dan pilih kondisi yang sesuai dengan masalah yang dialami. Instagram dapat meminta informasi seperti nama pengguna, alamat email, atau nomor telepon yang pernah terhubung dengan akun.
Selanjutnya, ikuti langkah verifikasi yang diberikan. Prosesnya bisa berbeda-beda, bergantung pada kondisi akun dan informasi pemulihan yang masih dapat diakses.
Gunakan hanya situs dan petunjuk resmi. Hindari layanan tidak dikenal yang meminta pembayaran atau menjanjikan akun pasti kembali dalam waktu singkat.
4. Coba Masuk Menggunakan Email, Nomor Telepon, atau Nama Pengguna
Jika masih bisa membuka halaman login Instagram, coba gunakan beberapa metode masuk yang tersedia. Pengguna dapat mencoba nama pengguna, alamat email, atau nomor telepon yang terhubung dengan akun.
Jika lupa kata sandi, pilih opsi untuk mendapatkan bantuan login atau mengatur ulang kata sandi. Instagram mungkin mengirimkan tautan atau kode verifikasi melalui email maupun nomor telepon yang terdaftar.
Periksa juga folder spam atau junk pada email jika pesan verifikasi tidak muncul di kotak masuk utama.
Namun, jika pelaku sudah mengganti informasi pemulihan, kode mungkin tidak lagi dikirim ke alamat email atau nomor telepon yang kamu gunakan. Dalam situasi tersebut, lanjutkan melalui halaman pemulihan akun yang diretas dan ikuti metode verifikasi alternatif yang tersedia.
Jangan meminta atau menggunakan kode verifikasi milik orang lain. Kode tersebut bersifat pribadi dan hanya boleh digunakan untuk proses pemulihan akun yang sah.
5. Lakukan Verifikasi Identitas Jika Diminta
Dalam beberapa kasus, Instagram dapat meminta pengguna memverifikasi identitas untuk memastikan bahwa permintaan pemulihan berasal dari pemilik akun yang sebenarnya.
Metode verifikasi yang tersedia dapat berbeda sesuai situasi. Misalnya, pengguna mungkin diminta melakukan verifikasi melalui perangkat yang dikenal atau mengikuti instruksi pemeriksaan identitas yang disediakan Instagram.
Jika diminta merekam video selfie, ikuti petunjuk yang muncul di aplikasi atau halaman resmi. Fitur tersebut dapat digunakan untuk membantu memeriksa kecocokan identitas pada akun tertentu.
Pastikan proses dilakukan melalui saluran resmi Instagram. Jangan mengirimkan foto identitas, kata sandi, atau informasi sensitif kepada orang yang mengaku sebagai petugas pemulihan akun melalui DM.
Perlu diketahui bahwa verifikasi tidak selalu langsung berhasil. Jika permintaan ditolak, periksa kembali instruksi yang diberikan dan gunakan opsi pemulihan resmi yang masih tersedia.
6. Amankan Akun Email yang Terhubung
Memulihkan akun Instagram saja belum tentu cukup jika akun email yang terhubung juga telah diretas. Email sering digunakan untuk menerima pemberitahuan keamanan dan mengatur ulang kata sandi, sehingga perlu diamankan terlebih dahulu jika menunjukkan aktivitas mencurigakan.
Segera ganti kata sandi email menggunakan kombinasi yang kuat dan berbeda dari kata sandi Instagram. Setelah itu, aktifkan autentikasi dua faktor jika tersedia.
Periksa juga aktivitas login, perangkat yang terhubung, serta pengaturan pemulihan email. Keluarkan perangkat yang tidak dikenal dan hapus informasi pemulihan yang tidak pernah kamu tambahkan.
Jika pelaku masih memiliki akses ke email, mereka berpotensi kembali mengambil alih akun Instagram setelah kamu berhasil memulihkannya. Oleh karena itu, keamanan email menjadi bagian penting dalam proses pemulihan akun.
7. Ganti Kata Sandi Setelah Akun Berhasil Dipulihkan
Jika berhasil masuk kembali ke akun Instagram, segera ubah kata sandi. Gunakan kata sandi yang kuat, unik, dan tidak pernah digunakan pada layanan lain.
Hindari kombinasi sederhana seperti tanggal lahir, nama lengkap, atau nomor telepon. Sebaiknya gunakan perpaduan huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol agar kata sandi lebih sulit ditebak.
Jangan menggunakan kembali kata sandi lama, terutama jika kata sandi tersebut juga dipakai pada akun lain. Apabila pernah menggunakan kombinasi yang sama untuk beberapa layanan, ubah kata sandi pada layanan tersebut juga.
Untuk memudahkan pengelolaan, kamu dapat menggunakan aplikasi pengelola kata sandi tepercaya. Dengan begitu, setiap akun bisa memiliki kata sandi berbeda tanpa harus mengingat semuanya secara manual.
8. Keluarkan Perangkat yang Tidak Dikenal
Setelah mendapatkan kembali akses, periksa perangkat yang sedang login ke akun Instagram. Langkah ini penting agar pelaku tidak tetap memiliki akses meskipun kata sandi sudah diganti.
Buka Pusat Akun atau Accounts Center, lalu masuk ke bagian kata sandi dan keamanan. Cari menu yang menampilkan perangkat atau lokasi tempat akun digunakan untuk login.
Periksa daftar tersebut secara teliti. Jika menemukan sesi yang tidak dikenali, keluarkan perangkat tersebut dari akun.
Perlu diingat bahwa lokasi login terkadang tidak akurat karena penggunaan VPN atau jaringan internet tertentu. Oleh karena itu, perhatikan juga jenis perangkat, waktu aktivitas, dan informasi lain yang tersedia sebelum mengambil tindakan.
Jika terdapat aktivitas yang jelas tidak kamu lakukan, segera akhiri sesi tersebut dan periksa kembali pengaturan keamanan akun.
9. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor
Autentikasi dua faktor atau two-factor authentication merupakan fitur keamanan tambahan yang membantu melindungi akun Instagram dari akses tidak sah.
Dengan fitur ini, proses login membutuhkan verifikasi tambahan selain kata sandi. Jadi, jika seseorang mengetahui kata sandimu, mereka tetap perlu melewati tahap keamanan berikutnya.
Aktifkan fitur tersebut melalui Pusat Akun di pengaturan Instagram. Jika tersedia, pertimbangkan menggunakan aplikasi autentikator yang tepercaya.
Simpan kode cadangan di tempat aman agar kamu tetap memiliki pilihan pemulihan ketika kehilangan akses ke perangkat utama. Jangan pernah membagikan kode autentikasi kepada siapa pun.
Langkah ini sangat disarankan setelah akun berhasil dipulihkan untuk mengurangi risiko peretasan berulang.
10. Beri Tahu Pengikut Jika Akun Disalahgunakan
Ketika akun diretas, pelaku mungkin menggunakan akun tersebut untuk mengirimkan pesan penipuan, menawarkan investasi palsu, meminta uang, atau membagikan tautan berbahaya.
Karena itu, beri tahu teman dan pengikut melalui saluran komunikasi lain jika akun sempat digunakan tanpa izin. Jelaskan bahwa pesan atau unggahan tertentu bukan berasal darimu.
Jika akun digunakan untuk meminta uang, ingatkan orang lain agar tidak melakukan transfer sebelum memastikan kebenaran permintaan tersebut.
Kamu juga dapat meminta teman untuk melaporkan akun jika pelaku masih menggunakannya untuk aktivitas penipuan. Namun, prioritaskan proses pemulihan melalui Instagram dan jangan memberikan akses akun kepada orang yang menawarkan bantuan tidak resmi.
11. Hindari Jasa Pemulihan Akun yang Tidak Tepercaya
Ketika akun diretas, pengguna mungkin tergoda menggunakan jasa pemulihan akun yang ditemukan di media sosial. Beberapa pihak mengaku mampu mengembalikan akun dalam hitungan menit dengan meminta bayaran, kata sandi, atau kode verifikasi.
Kamu perlu berhati-hati karena tidak semua layanan tersebut dapat dipercaya. Sebagian justru berpotensi melakukan penipuan atau mengambil alih akun lebih jauh.
Jangan pernah memberikan kata sandi, kode OTP, kode autentikasi, atau kode cadangan kepada pihak lain. Hindari juga membayar orang yang menjamin keberhasilan pemulihan tanpa melalui prosedur resmi.
Gunakan halaman bantuan Instagram dan ikuti proses verifikasi yang tersedia. Walaupun prosesnya mungkin membutuhkan waktu, cara ini lebih aman dibandingkan menyerahkan informasi akun kepada pihak yang tidak dikenal.
Cara mengatasi akun Instagram yang diretas dan memulihkan aksesnya perlu dilakukan dengan cepat, tetapi tetap hati-hati. Mulailah dengan memeriksa pemberitahuan keamanan, membuka halaman pemulihan resmi, dan mengikuti proses verifikasi identitas jika diminta.
Setelah berhasil mendapatkan kembali akses, segera ganti kata sandi, keluarkan perangkat yang tidak dikenal, amankan email, dan aktifkan autentikasi dua faktor. Jangan lupa memberi tahu pengikut jika akun sempat digunakan untuk penipuan.
Untuk mencegah kejadian serupa, gunakan kata sandi yang unik, hindari tautan mencurigakan, dan jangan pernah membagikan kode verifikasi. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, risiko peretasan dapat dikurangi dan keamanan akun Instagram bisa lebih terjaga.